Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan

Tanah merupakan komponen yang penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Tumbuhan memperoleh air dan nutrisi dari tanah, kemudian diolahnya sehingga dapat dimanfaatkan oleh organisme lain termasuk manusia. Begitu penting peran tanah bagi kehidupan. 

Peran Tanah dan Organisme Tanah bagi Keberlangsungan Kehidupan

Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup, termasuk tempat hidup bagi tumbuhan. Tumbuhan, misalnya pohon jeruk, tidak mampu berpindah-pindah untuk mencari kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, tanah harus mampu menyediakan segala keperluan hidup bagi pohon jeruk tersebut sehingga dapat terus tumbuh dan menghasilkan buah yang dapat kita nikmati.

Peran Tanah bagi Kehidupan
a. Tempat Hidup Hewan dan Bakteri 
Tanah berfungsi sebagai tempat hidup bagi berbagai macam hewan. Selain hewan, dalam tanah juga terdapat bakteri, meskipun tidak dapat kamu lihat pada saat pengamatan. Bermiliar-miliar hewan dan bakteri hidup di atas tanah dan di dalam tanah. 

b. Penunjang Kesehatan dan Penyedia Keperluan Manusia 
Berbagai aktivitas manusia seperti sepak bola, bermain kelereng, dan berjalan-jalan dilakukan di atas tanah. Rumah manusia juga dibangun di atas tanah. Manusia juga menggunakan berbagai jenis tanah sebagai bahan bangunan. Berbagai macam barang kerajinan dan perabotan rumah tangga juga banyak yang dibuat dari tanah. 

Tumbuhan yang merupakan sumber pangan utama bagi hampir semua makhluk hidup, tumbuh di tanah. Selain mengandung nutrisi yang penting bagi tumbuhan, tanah juga menyimpan berbagai macam logam, batu bara, dan minyak bumi yang dibutuhkan oleh manusia untuk menunjang kehidupannya. Emas, perak, timah, dan logam lain tersebar luas di dalam tanah. Sejumlah wilayah di Indonesia tanahnya mengandung logamlogam tersebut. 

c. Penyedia dan Penyaring Air 
Air tanah banyak dimanfaatkan oleh hewan, tumbuhan, dan manusia. Air bersih yang berasal dari tanah biasanya dimanfaatkan untuk minum, mandi, mencuci, dan memasak oleh masyarakat. 

Peran Organisme Tanah

a. Dekomposer
Organisme tanah dapat melakukan dekomposisi atau menguraikan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa makhluk hidup. Daundaun yang telah jatuh ke tanah, ranting-ranting, dan jasad hewan yang telah mati, akan diurai menjadi materi anorganik. Selain menguraikan materi organik, organisme tanah juga dapat membantu pelapukan batuan menjadi bahan-bahan anorganik atau yang biasa kita sebut mineral tanah. Materi anorganik dan mineral yang ada di tanah inilah yang disebut dengan zat hara atau nutrisi bagi tumbuhan. Keberadaan organisme tanah sebagai dekomposer dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk kompos, yaitu pupuk dari bahan organik

b. Pereaksi Kimia dalam Tanah
Bakteri yang terdapat di tanah terlibat dalam reaksi penguraian materi organik. Misalnya bakteri Nitrobacter yang terlibat dalam  reaksi penguraian materi organik kompleks yang berasal dari sisa makhluk hidup menjadi senyawa nitrat, senyawa yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Selain bakteri juga terdapat mikoriza, yaitu jamur yang bersimbiosis dengan tumbuhan untuk meningkatkan kemampuan tumbuhan menyerap unsur hara berupa fosfor.

c. Pengurai Polutan dalam Tanah
Organisme tanah dapat berperan sebagai agen biologis yang mampu membersihkan polutan dalam tanah. Organisme tanah menguraikan bahan kimia yang masuk ke tanah misalnya herbisida. Penguraian
herbisida dapat dilakukan dengan lebih cepat jika aktivitas organisme tanah semakin tinggi. Unsur racun dan polutan seperti arsenik, kromium, dan merkuri dapat “terkunci” di tanah karena terakumulasi
di dalam tubuh bakteri. Polutan-polutan tersebut tidak menyebabkan polusi bertambah parah.
 

d. Pencegah Penyakit Tanah
Pada kondisi normal, ketika tanah memiliki jumlah senyawa organik dan aktivitas organisme yang tinggi, maka organisme tanah dapat melawan organisme penyakit yang masuk ke tanah. Kondisi tanah yang normal dapat tercipta ketika aktivitas pertanian dan perkebunan tidak berlebihan dan tidak banyak menggunakan bahan kimia untuk pupuk dan pestisida. Secara alami, organisme yang ada di tanah memanfaatkan prinsip pengendalian biologis, yaitu mangsa dan pemangsa sehingga organisme yang mengganggu tanah dapat terkendali.

e. Pemberi Pengaruh pada Tekstur Tanah
Tanah dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan teksturnya. Jenis tanah dapat ditentukan berdasarkan jumlah butiran penyusun yang paling banyak terdapat pada tanah tersebut. Aktivitas biologis organisme tanah berpengaruh dalam membentuk butiran-butiran penyusun tanah sehingga menentukan tekstur tanah. Butiran yang terdapat di dalam tanah adalah pasir, tanah liat, dan debu. 

f. Pengatur Kegemburan dan Struktur Tanah
Organisme tanah membantu terbentuknya struktur tanah. Struktur tanah merupakan susunan butiran-butiran tanah yang terikat satu sama lain menjadi suatu gumpalan. Butiran-butiran tanah direkatkan oleh suatu perekat seperti bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan bercampur dengan tanah dan membuat butiran tanah terkumpul membentuk gumpalan-gumpalan tanah. Gumpalan tanah yang baik akan menunjang kehidupan organisme tanah dan juga menunjang pertumbuhan populasi organisme tanah. Keberadaan jamur di tanah juga mampu membantu pembentukan gumpalan tanah. Struktur tanah dan kegemburan tanah memiliki keterkaitan.

Organisme tanah juga mampu membuat pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan tanah dan memungkinkan udara masuk ke dalam tanah (aerasi tanah). Pori-pori tanah dapat terbentuk karena adanya pergerakan organisme tanah seperti cacing tanah, lipan, dan kaki seribu. Pori-pori tanah berguna untuk meningkatkan penyerapan air oleh tanah. Tanah yang memiliki aerasi dan jumlah air yang cukup,
sangat baik untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
  

Erosi Tanah

Erosi tanah

Erosi tanah yaitu berpindahnya sebagian lapisan tanah karena angin, air, atau es. Erosi sebenarnya merupakan proses alami, tetapi dapat diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna laha yang buruk. Erosi tanah yang terjadi di Indonesia biasanya akibat derasnya arus air yang melewati suatu kawasan bertanah. Erosi tanah mengikis lapisan tanah teratas yang subur dan banyak dihuni oleh organisme tanah. Setelah erosi, yang tersisa adalah tanah yang kurang subur dan kualitas tanah menjadi kurang baik.

Agar tanah terhindar dari bahaya erosi, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan reboisasi atau penanaman kembali di tanah yang gundul dan tanah yang banyak dilewati arus air. Selain itu, dengan menerapkan terasering, yang dapat menjaga hilangnya tanah akibat aliran air pada lahan-lahan yang miring

Percobaan Erosi Tanah





[Lomba SD/MI] Mugadeta Competition & Festival 2020

SMP MUHAMMADIYAH 3 DEPOK Mempersembahkan MUGADETA COMPETITION AND FESTIVAL dengan tema "Lawan Covid, Kreasi Tanpa Henti" untuk Jenjang SD/MI tingkat Nasional secara Online.


Cabang Lomba:

πŸ—£️ Membaca Puisi
✍️ Menulis Surat
🎨 Menggambar
🎀 Menyanyi
πŸ’ƒ Menari/Dance Solo/Group 




 

πŸ“’ KETENTUAN LOMBA :

  1. Siswa SD/MI Kelas 4,5, dan 6/Khusus Lomba Menari/Dance Solo/Group (usia 7-12 tahun)
  2. Posting video/foto dan penilaian perlomba menggunakan media Instagram

Ketentuan perlomba bisa download dilink berikut ini download juknis lomba


πŸ“‹ PENDAFTARAN

Dibuka dari tanggal 13 Oktober Sampai 16 November 2020

Link Pendaftaran


πŸ“€ POSTING VIDEO/FOTO PERLOMBA  πŸ—“️ 9-16 November 2020

πŸ‘ BATAS PENILAIAN BEST LIKE πŸ—“️ 18 November 2020

πŸ“ PENILAIAN & SELEKSI πŸ—“️ 17-19 November

πŸ“’ PENGUMUMAN PEMENANG πŸ—“️ 21 November 2020

πŸ’΅ BIAYA PENDAFTARAN FREE/GRATIS

πŸ† TOTAL HADIAH Rp 10.000.000,-

Informasi lebih lanjut bisa hubungi kami

πŸ“² Contact PersonπŸ“²
Ibu Deny Indriyati (081804344448) atau Klik untuk WhatsApp

πŸ“² Call Center MugadetaπŸ“²
SMP MUGADETA (082124363366) atau Klik untuk WhatsApp 

LISTRIK STATIS DALAM KEHIDUPAN

 



Muatan listrik

Muatan listrik ada dua macam yaitu muatan listrik positif dan negatif. Muatan listrik positif disebut proton dan disimbolkan dengan tanda positif (+). Muatan listrik negatif disebut elektron dan disimbolkan dengan tanda negatif (–). Satuan muatan listrik adalah coulomb (C). 

Muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak, sedangkan muatan tidak sejenis akan tarik-menarik.

Deret tribolistrik adalah daftar benda-benda dalam deret tertentu ketika benda tersebut digosokkan dengan benda di deret atasnya, benda tersebut menjadi bermuatan negatif. Sebaliknya, ketika benda tersebut digosok dengan benda di deret bawahnya,  benda akan bermuatan positif. 



CARA MENGHITUNG GAYA COULOMB

 



Hukum Coulomb:

  1. Semakin besar jarak kedua benda yang bermuatan, semakin kecil gaya listrik antara benda tersebut dan sebaliknya.
  2. Semakin besar muatan kedua benda, semakin besar gaya listrik antara benda tersebut.



Secara matematis, rumusan gaya Coulomb (Fc) dapat dituliskan sebagai berikut. 
dengan:
F= gaya Coulomb (newton)
k = konstanta = 9 × 109 Nm2/C2
r = jarak antara dua muatan (meter)
q1 = besar muatan listrik benda pertama (coulomb)
q2 = besar muatan listrik benda kedua (coulomb)


 


PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN GYMNOSPERMAE


 

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN GYMNOSPERMAE - Perkembangbiakan Tumbuhan & Hewan | IPA SMP/ MTS Kelas 9

Tumbuhan Gymnospermae (dari bahasa Yunani: gymnos (telanjang) dan sperma (biji) atau tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium).

Tumbuhan Gymnospermae melakukan metagenesis, atau pergiliran keturunan dengan menggunakan strobillus. Materi selengkapnya bisa disimak di video.

 
Sumber inspirasi: Buku PR IPA Terpadu (Intan Pariwara)

Cari Blog Ini

Profil

Foto saya
Ary Gunawan | Guru Digital | akun media sosial @arygoen. Saat ini mendampingi Tim @platinum_robotic dan @belajaripa.id